intercafe_ipb@apps.ipb.ac.id +62 251-8377896

Webinar Prospek Dan Tantangan Ekspor Indonesia ke Jepang | InterCAFE-LPPM IPB

[wds id=”5″]

WEBINAR INTERCAFE, SENIN 29 JUNI 2020

Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono., M.Si
Jepang merupakan mitra dan pasar yang penting bagi ekspor Indonesia. Dalam ekspor impor dengan Jepang selama ini, Indonesia selalu mengalami surplus perdagangan. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir nilai ekspor Indonesia ke Jepang mengalami penurunan. Selain itu, Jepang merupakan negara kedua mitra dagang terbesar setelah Cina dengan share ekspor dari Indonesia sekitar 10 persen. Dalam kondisi penurunan nilai ekspor ditambah dengan situasi COVID-19 diperlukan terobosan-terobosan agar ekspor Indonesia tetap terus dapat dipertahankan sekaligus ditingkatkan.

Ketua ISEI Bogor Raya dan Dekan Sekolah Bisnis IPB, Prof. Dr. Ir. Noer Azam Achsani., M.S
Situasi pandemi global COVID-19 membawa implikasi perubahan perilaku dari berbagai pelaku ekonomi, baik konsumen, korporasi maupun pemerintah. Dalam konteks perdagangan, khususnya ekspor-impor, ada empat megashifts dalam perilaku konsumen yang perlu ditindaklanjutin oleh perusahaan agar perusahaan mampu: 1) stay at home lifestyle; 2) back to the bottom of the pyramid; 3) go virtual; 4) emphatic society.

Atase Perdagangan KBRI Jepang, Arief Wibisono, SE.,Ak., SH, MBA
Salah satu keunggulan dalam hubungan antara Indonesai dan Jepang adalah hubungan yang alami (natural partner) dimana hubungan diplomatik sudah berlangsung sejak tahun 1958, serta Jepang merupakan salah satu mitra dagang dan investor bagi Indonesia. Terjadinya dinamika di masyarakat Jepang disertai dengan adanya pandemi global COVID-19 membawa implikasi bagi perubahan perilaku konsumsi masyarakat yang menjadi peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspornya. Indonesia dan Jepang memiliki perjanjian kerjasama bilateral yaitu IJEPA yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor dimana dalam kerangka kerjasama tersebut mencakup tarif preferensi dan program peningkatan kapasitas. Potensi ekspor produk ke Jepang adalah produk-produk yang unik serta memiliki kekhususan, dengan lima kelompok produk potensial yaitu produk pangan olahan, sparepart otomotif, furniture, energy terbarukan dan hortikultura/pertanian. Selain itu, diperlukan branding agar produk-produk Indonesia lebih dikenal di pasar Jepang.

Atase Pertanian KBRI Jepang, Dr. Sri Nuryanti, STP., MP
Ikan dan produk ikan merupakan produk pertanian tertinggi yang diimpor oleh Jepang, selanjutnya daging (kecuali unggas) dan olahan daging. Indonesia memiliki potensi ekspor produk pertanian yang tinggi karena beberapa hal berikut: 1) Indonesia menghasilkan komoditas pertanian utama yang diimpor Jepang- HS 03, 15, 09, 18, 07, 13, 06,08; 2) Jarak ekspor yang lebih dekat dibandingkan pasar lainnya; 3) Tarif bea masuk impor yang relative rendah; dan 4) Indonesia berpotensi menghasilkan dan mengekspor produk bersertifikat halal. Negara-negara sumber impor utama produk pertanian untuk Jepang yang menjadi pesaing Indonesia selama ini mengalami kendala akibat COVID-19, hal ini membawa peluang/potensi ekspor bagi komoditas pertanian Indonesia apabila dapat dimanfaatkan dengan baik. Selain dari sisi kualitas, kuantitas dan kontinuitas, untuk bisa memenuhi pasar Jepang dan pasar internasional secara umum, komoditas pertanian Indonesia harus memenuhi standar Jepang yang sangat tinggi yaitu food safety traceability, food safety dan sustainability.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Dr. Tanti Novianti, SP., M.Si
Hasil analisis Daya Saing Komoditas Ekspor Pertanian dan Manufaktur Indonesia ke Jepang menggunakan Analisis Revealed Comparative Advantage-RCA menunjukkan bahwa beberapa komoditas ekspor utama memiliki daya saing yang tinggi. Dengan menggunakan Analisis Export Product Dynamic-EPD, dapat diketahui bahwa sebagian besar komoditas ekspor Pertanian dan Manufaktur Indonesia ke Jepang masuk dalam kategori Falling star yang artinya share ekspor produk tersebut meningkat tetapi permintaannya cenderung menurun. Total kode HS yang diekspor dari Indonesia ke pasar internasional sebanyak 1,156 kode HS dan yang ekspor ke Jepang mencapai 993 kode HS. Indonesi berpotensi untuk meningkatkan ekspor ke pasar Jepang yang terlihat dari pertumbuhan serta share ekspor ke Jepang selama ini.

Bahan :

Profile Pembicara

Sri Nuryanti – Prospek dan tantangan ekspor produk pertanian ke jepang

Tanti Novianti – KERJASAMA PERDAGANGAN INDONESIA-JEPANG (Peluang dan Tantangannya)

Arief Wibisono – “PROSPEK DAN TANTANGAN EKSPOR INDONESIA KE JEPANG”Atdag Tokyo 29 Juni 2020

 

Leave a Reply