intercafe_ipb@apps.ipb.ac.id +62 251-8377896

InterCAFE LPPM IPB Dampingi Proses Pengukuran dan Validasi Development Impact atas Fasilitas Asuransi LPEI

Kegiatan ekspor merupakan salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bertumbuhnya ekonomi Indonesia tentu berdampak pada indikator-indikator ekonomi lainnya yang juga akan membaik, seperti penurunan tingkat kemiskinan, dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu fasilitas keuangan untuk kegiatan ekspor seperti Pertanggungan Asuransi Ekspor merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekspor di Indonesia. Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor Indonesia (LPEI) berperan dalam menyediakan kebutuhan keuangan tersebut bagi para eksportir dan importir. Kegiatan asuransi atas fasilitas yang diberikan LPEI diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pelaku usaha sehingga ekspor dapat meningkat dan memberikan dampak positif terhadap aspek ekonomi dan sosial di Indonesia. Peran LPEI atas fasilitas yang diberikan tentu memiliki multiplier effect dalam perekonomian Indonesia.

Sebelumnya di tahun 2019 InterCAFE LPPM IPB telah melakukan kajian terkait dampak fasilitas Asuransi LPEI terhadap pertumbuhan ekonomi. Di tahun 2020 ini LPEI kembali bekerjasama dengan InterCAFE LPPM IPB untuk melakukan transfer of knowledge berdasarkan kajian sebelumnya dimana kali ini pengukuran development impact dilakukan oleh LPEI secara keseluruhan dengan InterCAFE sebagai validatornya.

Pelaksanaan kegiatan pendampingan kajian pengukuran development impact atas fasilitas Asuransi LPEI terhadap perekonomian dilakukan dalam beberapa tahap pendampingan. Pada tahap awal, Tim InterCAFE IPB memberikan pemaparan kepada Tim Divisi IEB Institute secara umum terkait tahapan-tahapan yang dilakukan dalam melakukan pengukuran development impact atas fasilitas asuransi terhadap perekonomian. Pemaparan yang diberikan oleh Tim InterCAFE IPB terkait proses analisis yang dilakukan berdasarkan kajian yang sebelumnya pada tahun 2019. Sehingga, pada tahapan ini diharapkan Tim Divisi IEB Institute dapat mempunyai gambaran terkait proses analisis yang akan dilakukan kedepannya dengan menggunakan data yang lebih update. Tahap kedua adalah pemetaan dari perusahaan penerima fasilitas asuransi ke dalam 24 sektor yang terdapat di dalam model, yang nantinya akan menentukan besaran simulasi per sektor. Tahapan ini merupakan salah satu tahapan yang paling penting serta sangat menentukan tahapan-tahapan selanjutnya. Tahap selanjutnya adalah proses simulasi CGE. Dalam tahap ini, peneliti akan memasukkan data yang sudah disiapkan pada tahap sebelumnya ke dalam model. Pada tahap ini, Tim Divisi IEB Institute melakukan proses simulasi dengan model CGE yang sama yang digunakan pada kajian di tahun 2019. Berikutnya pemetaan hasil CGE yang telah dilakukan oleh Tim Divisi IEB Institute kemudian divalidasi oleh Tim InterCAFE IPB hingga akhirnya diperoleh hasil analisis final. Hasil validasi dari Tim InterCAFE IPB untuk hasil analisis final menunjukkan bahwa analisis yang dilakukan oleh Tim Divisi IEB Institute sudah logis dan bisa dijelaskan dengan teori-teori ekonomi yang relevan serta fenomena-fenomena ekonomi yang terjadi. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tahap sebelumnya, maka dilakukan tahapan selanjutnya, yaitu proses analisis microsimulation untuk menganalisis dampak social atas fasilitas asuransi LPEI. Tahap akhir adalah penyusunan laporan akhir. Laporan akhir disusun oleh Tim Divisi IEB Institute, yang kemudian divalidasi oleh Tim InterCAFE IPB. Proses validasi laporan akhir diperlukan, karena hal ini berkaitan dengan interpretasi data dan hasil analisis. Oleh karena itu, penting kiranya untuk melakukan validasi atas hal tersebut. Validasi laporan akhir oleh Tim InterCAFE IPB dilakukan untuk laporan secara keseluruhan.