Pameran Pembangunan Ajang Pomosi UMKM Binaan IPB di Sukabumi

SUKABUMI, Pameran Pembangunan ke 4 Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke 147  Tahun 2019  diresmikan oleh  Bupati Sukabumi Drs. H. Marwan Hamami, M.M. pada tanggal 10-14 September 2019. Pameran Pembangunan ini dipusatkan di Komplek Ruang Terbuka Hijau Cangehgar Palabuhanratu. Kemeriahan diawali dengan pesta kembang api serta pementasan kreasi seni tari nusantara persembahan  dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga. Kegiatan  diikuti oleh perangkat daerah se-Kabupaten Sukabumi, BUMD perusahaan swasta, UMKM dan para pelaku usaha yang ada di Kabupaten Sukabumi.Tujuan diadakan Pameran Pembangunan adalah menggali dan memperkenalkan sekaligus mempromosikan berbagai potensi baik dalam bidang pariwisata seperti Geopark Ciletuh, seni budaya, industri kreatif serta pameran produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Momentum Pameran Pembangunan ini dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi UMKM binaan InterCAFE LPPM IPB yang bekerjasama dengan Sookmyung Women University (KOREA). Tim pemberdayaan masyarakat dari InterCAFE LPPM IPB, Dr. Lukytawati Anggraeni, SP, MSi dan Noening Koesoemowardani, SPt, MSi selama 3 tahun telah mendampingi UMKM di 4 desa (Karangpakpak, Cikahuripan, Cikelat dan Wangunsri) Kecamatan Cisolok. Para ibu PKK yang awalnya tidak memiliki usaha dibekali berbagai pelatihan dan pendampingan selama 2 tahun. Kegiatan ini merupakan konsorsium antara IPB, APWINC-Sookmyung University, dengan Bappeda Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan.

Pada tahun pertana, IPB dan APWINC-Sookmyung melakukan survey awal potensi pengembangan desa dan studi banding program pemberdayaan di Korea Selatan. Persiapan training dilakukan melalui pemilihan target peserta dan penyusunan materi pelatihan yang disesuaikan spesifik potensi desa. Pelatihan bisnis dan ICT dimulai pada tahun kedua, dengan target 20 ibu rumah tangga per desa. Beberapa materi pelatihan bisnis yang diberikan adalah kewirausahaan dimana peserta disadarkan akan usaha yang bisa dilakukan dari potensi yang ada di sekitar kita; bagaimana mempromosikaan dan memasarkan produk melalui berbagai media; teknik pengemasan yang baik dan menarik, dan perizinan. Pada pelatihan ICT diperkenalkan pemanfaatan media online untuk pemasaran (instagram, facebook, dan market place) dan  teknik photografi menggunakan ponsel. Untuk mendukung keberlangsungan usaha, pelatihan bisnis pada tahun ke3 mengajarkan peserta terkait tertib administrasi dan pengelolaan keuangan dimana IPB memberikan pelatihan pembukuan sederhana hingga pelatihan keamanan pangan dan perizinan agar produk yang dihasilkan memperoleh izin PIRT dari instansi yang berwenang.

Kegiatan kunjungan studi banding pada UMKM yang telah berhasil dilakukan dengan mengunjungi P4S Liseli dan UKM Saluyu di Sukabumi dan Benchmarking di Pondok Pesantren Al Ittifaq di Bandung.  Tahap ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan gambaran business model yang bisa dikembangkan oleh para peserta training sehingga diharapkan akan meningkatkan semangat berusaha dan memancing kreativitas dari para peserta training untuk menggali dan mengembangkan potensi business yang ada.

Beberapa UMKM baru tumbuh dan mengolah hasil panen yang sebelumnya dijual langsung menjadi produk yang lebih bernilai tambah.  Produk yang dihasilkan desa Cikelat meliputi olahan cabe (sambal, bubuk cabe) dan aneka olahan pisang (keripik pisang dan sale pisang), bawang goreng teri dan baby fish krispy.  Desa Cikahuripan memproduksi olahan ikan yakni dendeng dan abon ikan. Desa Karangpakpak dan Wangunsari memproduksi aneka keripik olahan pisang, singkong, umbi-umbian. Produk makanan ringan dari tepung beras, tepung terigu hingga  olahan buah juga diprodusi oleh ibu-ibu PKK di Karangpakpak.

Untuk pengembangan produk, IPB dan APWINC-Sookmyung University juga memberikan bantuan alat-alat produksi (kompor, alat-alat masak, spinner, sealer, blender, dan lainnya). Pendampingan lanjutan terkait labeling dan pengurusan izin PIRT. Saat ini pemasaran  produksi UMKM desa dampingan selain secara langsung juga tidak langsung  bekerjasama dengan online shop seperti Tokopedia dan mini market Yogya dan toko oleh-oleh Selamet di Kabupaten Sukabumi. Produk olahan cabai dari desa Cikelat pun aktif  diundang mengikuti berbagai pameran di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Intinya keikutsertaan UMKM binaan IPB dan APWINC Sookmyung University dalam kegiatan Pameran Pembangunan di Hari Jadi Kabupaten Sukabumi diharapkan  menjadi ajang promosi dan pemasaran untukmendukung sektor perekonomian dengan pemanfaatan potensi lokal. Hal ini sejalan dengan Visi Kabupaten Sukabumi yaitu terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang Religius dan Mandiri,” serta berdampak langsung pada masyarakat dengan meningkatkkan pendapatan keluarga serta menggerakkan perekonomian daerah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *